Universitas Bung Hatta (UBH) sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia menghadapi tantangan dan peluang dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Era ini menuntut adanya adaptasi dan inovasi dalam bidang teknologi, komunikasi, dan otomatisasi.
Tantangan pertama yang dihadapi UBH adalah dalam hal penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berubah. Menurut Prof. Dr. Ir. H. Ridwan Nurazi, Rektor UBH, “UBH harus mampu menghasilkan lulusan yang siap untuk bersaing di era Revolusi Industri 4.0. Ini adalah tantangan besar yang harus dihadapi dengan serius.”
Peluang yang ada bagi UBH adalah dalam hal pengembangan teknologi dan riset-riset inovatif. Menurut Dr. Ir. Rina Hafizha, Dekan Fakultas Teknik UBH, “UBH memiliki potensi untuk menjadi pusat riset teknologi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan industri di Indonesia.”
Selain itu, UBH juga memiliki kesempatan untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka. Menurut Dr. Ir. Bambang Surya Putra, Direktur Pascasarjana UBH, “Kerja sama dengan industri akan membuka peluang bagi UBH untuk mengembangkan program-program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri.”
Namun, untuk dapat menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dengan baik, UBH perlu terus melakukan evaluasi dan pembaruan terhadap sistem pendidikan dan kurikulum yang ada. Menurut Dr. Ir. Nia Kurniasih, Ketua Program Studi Teknologi Pangan UBH, “Perubahan tidak bisa dihindari, UBH harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar dapat menghasilkan lulusan yang kompeten di era Revolusi Industri 4.0.”
Dengan kesadaran akan tantangan dan peluang yang dihadapi, UBH yakin dapat menjadi salah satu perguruan tinggi unggulan di Indonesia yang mampu bersaing di era Revolusi Industri 4.0. Dengan kerja keras dan kolaborasi yang baik antara seluruh civitas academica, UBH siap menghadapi masa depan yang penuh dengan inovasi dan teknologi.